Karya Siswa 2019 : Pemanfaatan Gen Hirosi untuk Pembersih Alami
Pemanfaatan Gen Hirosi untuk Pembersih Alami
ABSTRAKSI
Penelitian ini bertujuan untuk mencegah pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh penggunaan deterjen kimia dengan menciptakan deterjen alami yang berbahan dasar dari daun kembang sepatu, yang didalamnya mengandung senyawa saponin untuk mengeluarkan busa, penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Manyaran.
Dalam penelitian ini bahan yang digunakan adalah (A) daun kembang sepatu (Hibiscus rossa sinesis) dan (B) lerak dan ada juga larutan lain yaitu lidah buaya, lemon, garam dan cuka, dengan jumlah 500 ml dan 10 ml, dengan perlakuan A1B1 perbandingan 20:100 ml, perlakuan A2B1 perbandingan 30:100ml, dan A3B1 perbandingan 40:100 ml, dan ditambahkan juga larutan lain seperti lemon, lidah buaya, garam dan cuka masing masing 10 ml, jika semua bahan sudah dicampurkan lalu ditaruh di botol kemasan.
Dari hasil pengamatan uji organoleptik terhadap 18 responden tentang deterjen alami Gen Hirosi yang paling banyak di sukai adalah perlakuan A3B1 karena memiliki warna menarik, aroma yang tidak terlalu menyengat dan busanya banyak.
Kata kunci : daun kembang sepatu, deterjen, uji organoleptik
ABSTRACTION
This study aims to prevent environmental pollution caused by the use of chemical detergents by creating natural detergents made from hibiscus leaves, which contain saponin compounds to release foam, this research was conducted at SMA Negeri Manyaran.
In this study the materials used were (A) hibiscus leaves (Hibiscus rossa sinesis) and (B) lerak and there were also other solutions namely aloe vera, lemon, salt and vinegar, with amounts of 500 ml and 10 ml, with comparative A1B1 treatment 20: 100 ml, A2B1 ratio of 30: 100ml, and A3B1 ratio of 40: 100 ml, and also added other solutions such as lemon, aloe vera, salt and vinegar 10 ml each, if all the ingredients have been mixed and then placed in a packaging bottle.
From the observations of the organoleptic test of 18 respondents about the natural detergent Gen Hirosi that most preferred was A3B1 treatment because it has an attractive color, a scent that is not too pungent and has a lot of foam.
Keywords : hibiscus leaf, detergent, organoleptic test
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Deterjen merupakan bahan pembersih yang umum digunakan oleh masyarakat, baik oleh rumah tangga, industri, perhotelan, rumah makan, dan lain-lain.
Berdasarkan bentuknya deterjen yang beredar dipasaran dapat berupa deterjen cair dan deterjen bubuk.
Deterjen cair pada umumnya mempunyai fungsi yang sama dengan deterjen bubuk. Deterjen cair banyak digunakan dalam pembersih alat-alat dapur.
Akan tetapi seiring dengan perkembangan zaman, deterjen cair juga banyak diaplikasikan untuk kebutuhan industri, serta pembersih pakaian. Hal tersebut dikarenakan deterjen cair lebih mudah cara penanganannya serta lebih praktis dalam penggunaannya.
Detergen merupakan salah satu produk komersial yang digunakan untuk menghilangkan kotoran pada pencucian pakaian di industri laundry maupun rumah tangga.
Umumnya detergen tersusun atas tiga komponen yaitu, surfaktan (sebagai bahan dasar detergen) sebesar 20-30%, builders (senyawa fosfat) sebesar 70-80 %, dan bahan aditif (pemutih dan pewangi) yang relative sedikit yaitu 2-8%.
Surface Active Agent (surfaktan) pada detergen digunakan untuk proses pembasahan dan pengikat kotoran.
Deterjen yang beredar dipasaran pada umumnya merupakan deterjen dengan bahan aktif berupa surfaktan LAS (linier alkylbenzen sulfunat) berasal dari petroleum.
Selama penggunaanya deterjen sulit untuk didegredasi oleh bakteri di dalam air, sehingga limbah deterjen tetap berada dalam air, oleh karena itu terjadi akumulasi jumlah deteren dalam air. Hal tersebut dalam menyebabkan terjadinya kerusakan lingkungan terutama pada habitat air.
Deterjen yang ingin kita buat adalah deterjen cair yang merupakan produk yang lebih disukai untuk masyarakat ini, karena deterjen cair lebih higenis dalam penyimpanannya dan lebih praktis dibawa kemana-mana.
Adapula bahan lain yang digunakan untuk pembuatan deterjen yaitu garam, yang berfungsi sebagai pembentuk inti pada proses pemadatan.
Dengan penambahan garam juga mempengaruhi daya cuci deterjen untuk mengangkat kotoran dan lemak. Penggunaan lidah buaya untuk melembutkan pakaian dan adapula lerak yang digunakan untuk menambahkan busa pada deterjen.
Pergeseran zaman ke era produk yang lebih ramah lingkungan mendorong kami untuk menciptakan deterjen ramah lingkungan.
Penelitian ini bermaksud untuk menjawab masalah lingkungan yang ditimbulkan oleh deterjen, dengan formulasi deterjen menggunakan daun kembang sepatu, diharapkan dapat tercipta deterjen yang alami dan ramah lingkungan.
Tujuan dari pembuatan deteren ini adalah untuk memindahkan kotoran, minyak dan poluton-poluton lain yang tidak diinginkan.
Kandungan deterjen yang akan dibuat saat ini memungkinkan untuk memperoleh hasil yang sama atau lebih baik dari temperatur pencucian yang lebih rendah dan energi yang sedikit juga menghasilkan proses uraian biologis yang lebih efisien sehingga dapat melindungi lingkungan dalam percemaran.
Salah satu bahan alami yang kami manfaatkan sebagai deterjen alami ramah lingkungan adalah daun kembang sepatu, karena jumlahnya yang cukup banyak dan yang kami ketahui selama ini tanaman kembang sepatu hanya dimanfaatkan sebagai pagar di pekarangan rumah warga.
Sehubungan dengan perkembangan pemanfaatan daun tanaman kembang sepatu sebagai deterjen alami ramah lingkungan dan melihat potensi daun kembang sepatu yang ada, maka kami tim KIR SMA Negeri 1 Manyaran bermaksud untuk melakukan penelitian tentang “Pemanfaatan Daun Kembang Sepatu menjadi deterjen alami ramah lingkungan”.
B. Rumusan Masalah
1. Apakah cara memanfaatkan daun kembang sepatu menjadi deterjen ramah lingkungan?
2. Bagaimana proses pembuatan deterjen dengan menggunakan daun kembang sepatu?
C. Tujuan Penelitian
1. Mengetahui cara memanfaatkan daun kembang sepatu menjadi deterjen ramah lingkungan.
2. Mengetahui proses pembuatan deterjen dengan menggunakan daun kembang sepatu.
D. Manfaat Penelitian
1. Agar mengetahui cara memanfaatkan daun kembang sepatu menjadi deterjen ramah lingkungan.
2. Agar mengetahui proses pembuatan deterjen dengan menggunakan daun kembang sepatu.
* * *
METODE PENELITIAN
A. Tempat dan Waktu Penelitian
Tempat :
Laboratorium Kimia SMAN 1 Manyaran
Waktu
: Maret - Mei 2019
B. Alat dan bahan
Alat :
(1)
Baskom, (2) Toples, (3) Timbangan, (4) Pengaduk, (5) Sarung tangan, (6)
Gelas ukur, (7) Kertas label, (8) Saringan, (9) Pisau, (10) Panci, (11)
Kompor, (12) Tabung reaksi, (13) Alat penumbuk, (14) Tissue, (15)
Botol
Bahan :
(1)
Daun kembang sepatu, (2) Lerak, (3) Lidah buaya, (4) Lemo, (5) Garam,
(6) Cuka putih, (7) Pewangi deterjen, (8) Aquades
C. Proses Pembuatan
1. Menyiapkan alat dan bahan
2. Menumbuk daun kembang sepatu hingga halus dan mengambil ekstraknya
3. Merebus 20 biji lerak dengan air selama 60’
4. Mengupas dan mengambil gel lidah buaya
5. Menyiapkan daun kembang sepatu dan larutan lerak dan membaginya menjadi 4 variable dengan perbandingan A= masa larutan daun kembang sepatu, B= masa larutan lerak,
A1B0 = Masa larutan daun kembang sepatu 10 ml : 100 ml aquades
A2B1 = Masa larutan daun kembang sepatu 20ml : 100ml larutan lerak
A3B1 = Masa larutan daun kembang sepatu 30ml : 100ml larutan lerak
A4B1 = Masa larutan daun kembang sepatu 40ml : 100ml larutan lerak
6. Menambahkan larutan lidah buaya, lemon, dan cuka putih pada setiap perlakuan sebanyak 10 ml.
7. Menambahkan garam setiap perlakuan sebanyak 5 gram.
8. Menganduk semua bahan hingga homogen
9. Mengukur pH
10. Memasukkan diterjen kedalam kemasan.
* * *
HASIL DAN PEMBAHASAN
Pada proses pembuatan gen hirosi membutuhkan bahan utama yang berupa daun kembang sepatu, lerak, lemon, cuka dan lidah buaya.
Bahan dasar untuk pembuatan deterjen alami ini berasal dari daun kembang sepatu, Dari hasil uji fitokimia daun kembang sepatu mengandung polifenol dan saponin (Suastuti, 2015).
Saponin adalah zat yang menghasilkan busa sebagai bahan pencuci dan pembersih.
Selain bahan utama daun kembang sepatu, dalam pembuatan gen hirosi membutuhkan lerak yang berfungsi membantu membersihkan noda pada pakaian.
Lemon berfungsi untuk pengharum atau pewangi alami, cuka berfungsi mengikat noda pada pakaian dan lidah buaya berfungsi untuk melembutkan pakaian.
A. Karakteristik Gen Hirosi
Dari data pengamatan diatas dapat Gen Hirosi memiliki karakteristik sebagai berikut :
B. Uji organoleptik
Dari hasil pengamatan tentang gen hirosi sebagai berikut :
Keterangan :
A1B1 : daun kembang sepatu dengan larutan lerak, lidah buaya, cuka dan lemon perbandingan 100ml : 5ml
A2B1 : daun kembang sepatu dengan larutan lerak, lidah buaya, cuka dan lemon perbandingan 200ml : 5ml
A3B1 : daun kembang sepatu dengan larutan lerak, lidah buaya, cuka dan lemon perbandingan 300ml: 5ml
1. Uji organoleptik warna
Gen hirosi yang paling menarik adalah perlakuan A3B1, dengan karakteristik berwarna kuning pekat, karena pencampuran daun kembang sepatu dengan komposisinya paling banyak dan lerak.
Sedangkan Gen Hirosi yang tidak menarik adalah perlakuan A1B1, dengan karakteristik berwarna kuning muda, karena perpaduan dari daun kembang sepatu yang komposisinya paling sedikit dan lerak.
2. Uji organoleptik aroma
Gen hirosi yang beraroma paling menyengat adalah perlakuan A3B1, dengan karakteristik aroma lerak yang bercampur larutan daun kembang sepatu. karena menggunakan komposisi daun kembang sepatu paling banyak sehingga mengakibatkan aroma daun kembang sepatu bercampur dengan aroma yang dimiliki lerak menjadikan perlakuan A3B1 menyengat.
Sedangkan yang tidak menyengat adalah perlakuan A1B1 karena komposisi daun kembang sepatu yang lebih sedikit sehingga membuat perlakuan tersebut beraroma tidak menyengat .
3. Uji organoleptik anti-noda ( bersih )
Gen hirosi yang paling bersih adalah perlakuan A3B1, karena mengandung lebih banyak kandungan daun kembang sepatu, dalam penelitian kami sample noda yang kami gunakan adalah noda buah naga dan saos, dan noda tersebut larut dalam waktu 3 menit.
Sedangkan yang kurang bersih adalah perlakuan A1B1 karena lebih lama dengan waktu 8 menit dalam membersihkan noda pada pakaian.
4. Uji organoleptik kesukaan
Gen hirosi yang paling disukai adalah perlakuan A3B1, dengan warna kuning muda yang menarik, sangat beraroma lerak dan daun kembang sepatu yang menyengat dan dapat menghilangkan noda dalam waktu kurang lebih 3 menit
C. Hasil Uji pH
Berdasarkan hasil pengamatan diperoleh hasil gen hirosi mempunyai pH antara 6.5 - 8, hal ini sesuai dengan standar SNI mutu deterjen pembersih yaitu 7 - 8.
Pada 3 perlakuan tersebut gen hirosi yang memenuhi syarat standar mutu deterjen pembersihan adalah perlakuan A1B1 dan A3B1.
D. Uji Laboratorium
Kami juga melakukan uji laboratorium terhadap deterjen Gen Hirosi ke LPPT UGM Yogyakarta. Dimana uji laboroatorium yang kami lakukan adalah uji bersih.
Berdasarkan syarat mutu SNI Deterjen cair bobot jenis berada pada rentang nilai 1,1-1,3(g/ml) dan hasil percobaan menunjukkan rentang nilai bobot jenis sebesar 1,284.03(g/ml), bobot jenis dipengaruhi oleh konsentrasi dari bahan yang terdapat didalamnya.
Dapat disimpulkan bahwa gen hirosi sudah memenuhi uji standar.
E. Keunggulan Gen Hirosi
Keunggulan produk gen hirosi yang kami hasilkan adalah :
a. Bahan alami
Gen hirosi menggunakan bahan alami seperti daun kembang sepatu, lemon, lerak dan lidah buaya.
b. Ramah lingkungan
Karena gen hirosi menggunakan bahan alami sehingga ramah lingkungan sehingga gen hirosi bersifat biodegradable mudah terurai di alam.
c. Memenuhi standar mutu deterjen pembersih
Gen hirosi adalah deterjen yang memiliki pH 7 - 8 standar mutu deterjen yang sesuai dengan standar SNI antara 7,5 - 8.
d. Harga terjangkau
Harga gen hirosi adalah Rp 12.000, harga ini lebih terjangkau dibandingkan dengan produk di pasaran.
F. Penerapan gen hirosi pada masyarakat dan dunia industri
a. Menerapkan pemberian label, kemasan yang menarik konsumen
b. Pemberian standar nasional Indonesia pada produk
c. Memasarkan produk gen hirosi ke masyarakat
d. Menerapkan penggunaan gen hirosi di masyarakat
G. Prospek bisnis komersialisasi gen hirosi
a. Melakukan promosi gen hirosi kepada masyarakat
b. Memperbanyak produk gen hirosi
c. Bekerja sama dengan toko atau supermarket agar mengenalkan produk gen hirosi
H. Perhitungan Biaya Produksi Inovasi
SIMPULAN
a. Gen hirosi yang paling disukai responden adalah gen hirosi pada perlakuan A3B1 dengan larutan daun kembang sepatu dan lerak dengan perbandingan 2 : 5
b. Dalam proses dan hasil pengamatan yang kami lakukan gen hirosi yang paling disukai responden memiliki pH 8 pada perlakuan A3B1
c. Uji bersih
SARAN
a. Perlu dilakukan upaya untuk menyebarluaskan pada masyarakat tentang deterjen yang menggunakan bahan baku daun kembang sepatu melalui organisasi yang ada di masyarakat.
b. Penelitian selanjutnya diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk yang dibuat.
DAFTAR PUSTAKA
Damayanti, Hazena Misgi, Praditia, Nabila Annisa, Murti, Reni Widaya, Ahmad ,Midar dan Widyaningrum, Naniek, Ekstrak biji alpukat sebahai pembusa dterjen “Pemanfaatan Potensi Bahan Alam dan menekan Biaya produksi, ttps://media.neliti.com/media/publications/100588-ID-ekstrak-biji-alpukat-sebagai-pembusa-det.pdf (diunduh hari Kamis, tanggal 23 Mei 2019,pukul 08.05)
Iqbal, Muhammad dan Sulistoyorini, Endang, 2015, Kembang Sepatu( Hibiscus rossa sinensis L), https://ccrc.farmasi.ugm.ac.id/?page .id=217(diunduh, 17 Mei 2019, pukul 09:50)
Linawati, Mayasari. 2017, Manfaat Detergen, https://m.inspirasi.co (diunduh, 16 Mei 2019, pukul 20:30 )
Leonardo Luciano Adolf, Putri Solehana Pertiwi, Yosephina Maria Cinta https://webcache.googleusercontent.com/searchq=cache:pyRAMKl64r0J:https://osf.io/mech8/download+&cd=9&hl=en&ct=clnk&gl=id&client=browser-ubuntu, Stikes Surya Mitra Husada Kediri 2018 (diunduh Minggu 26 Mei 2019, pukul 08.00)
Mukhollad, Wildan, Saponin, https://www.academia.edu (diunduh , 17 Mei 2019, pukul 10:00)
Oktaviani, Ervina, 2017, Formulasi deterjen cuci cair sebagai penyuci najis mughalladzah dengan variasi tanah kaolin- nano bentonit, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta: Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, 2017, http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/37330 (Diunduh, Jum'at, 21Juni 2019,pukul 22.36)
Raudatul, Jannah, 2015, Detergen, https://jannahraudatul.wordpress.com (diunduh, 17 Mei 2019, pukul 09:25)
Santi Sintha Soraya, Penurunan konsentrasi SurfactanPada Limbah Deterjen dengan Proses Photokatalistik, Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri UPN “veteran” Jawa Timur, https://media.neliti.com/media/publications/134363-ID-penurunan-kosentrasi-surfactan-pada-limb.pdf (diunduh Minggu 26 Mei 2019, pukul 08.59)





Komentar
Posting Komentar