Karya Siswa 2020 : Pembuatan Biotec Alami

Pembuatan Biotec Alami

  • Malika Syahwa Kurniawan
  • Nadia Rahmawati
  • Neria Yulianingrum

SMA Negeri 1 Manyaran

Abstraksi

Pemanfaatan Acalypha siamensis (teh-tehan) menjadi pupuk cair organik.

Penelitian ini bertujuan mengetahui kualitas biotec dari daun teh-tehan merujuk pada SNI dan untuk mengetahui pengaruh biotec pada pertumbuhan bibit tanaman pada berbagai konsentrasi EM4.

Penelitian ini dilakukan di green house SMAN 1 Manyaran dan lingkungan di LPPT UGM Yogyakarta untuk mengetahui kandungan unsur C, N, P, K pada pupuk Biotec, juga melakukan percobaan pengamatan proses pertumbuhan di tempat tinggal peneliti.

Dalam penelitian ini yang kami teliti adalah tentang karakteristik biotec berupa warna, aroma, wujud.

Hasilnya yang terbaik dalam penelitian ini adalah perlakuan T1 dengan karakteristik mempunyai warna coklat kehitaman, aroma khas dan wujud cair dengan perbandingan penggunaan air : EM4 adalah 500 ml: 5 ml. tentang Uji C, N, P K. 

Berdasarkan syarat mutu SNI pupuk cair pada Uji C, N, K memiliki standar  sesuai dengan SNI pupuk cair. tetapi  untuk P (Phospor) dan P2O5 (Phospor Pentoksida) memiliki batas LoD yaitu batas limit deteksi zat. Dimana kandungan  P (Phospor) dan P2O5 (Phospor Pentoksida) dalam biotec rendah tetapi masih memenuhi kriteria akurasi dan presisi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa  pupuk cair biotec sudah memenuhi uji standar.


Kata-kata kunci :
  Daun teh-tehan (Acalypha siamensis), fermentasi, EM4, biotec


Natural Biotec Manufacturing

  • Malika Syahwa Kurniawan
  • Nadia Rahmawati
  • Neria Yulianingrum

SMA Negeri 1 Manyaran
 

Abstraction

Utilization of Acalypha siamensis (tea-tehan) as organic liquid fertilizer. This study aims to determine the biotec quality of tea-tehan leaves referring to SNI and to determine the effect of biotec on plant seed growth at various concentrations of EM4.

This research was conducted at the green house of SMAN 1 Manyaran and the environment at LPPT UGM Yogyakarta to determine the content of elements C, N, P, K in Biotec fertilizers, as well as to conduct experiments to observe the growth process in the researcher's residence.

In this study, what we examined were the characteristics of biotec in the form of color, aroma, form.

The best result in this study is the T1 treatment with the characteristics of having a dark brown color, distinctive aroma and liquid form with the ratio of water use: EM4 is 500 ml: 5 ml. on C, N, P K tests.

Based on the SNI quality requirements for liquid fertilizers in the C, N, K tests, the standards are in accordance with the SNI for liquid fertilizers. but for P (Phospor) and P2O5 (Phospor Pentoxide) it has a LoD limit, which is a substance detection limit. Where the content of P (Phospor) and P2O5 (Phospor Pentoxide) in biotec is low but still meets the criteria of accuracy and precision. So it can be concluded that the biotec liquid fertilizer has met the standard test.

Key words : Tea-tehan (Acalypha siamensis) leaves, fermentation, EM4, biotec

 
* * *

A. Latar Belakang

Lingkungan disekitar kita tersusun atas komponen abiotik dan biotik yang saling berkaitan. Adanya interaksi yang saling menguntungkan menyebabkan adanya keseimbangan lingkungan.

Komponen biotik dalam proses pertumbuhan dan perkembangan membutuhkan zat hara. Salah satu yang dapat digunakan adalah berupa pupuk.

Di pasaran terdapat beberapa macam jenis pupuk yang bersifat buatan dan alami.

Pupuk buatan yang beredar di pasaran selain harganya mahal, juga memiliki dampak buruk bagi lingkungan seperti menurunnya tingkat kesuburan tanah sehingga timbul pemikiran untuk menggunakan pupuk organik.

Limbah baik berupa padatan, cairan, atau gas bila tidak dikelola dan diolah dengan baik akan menimbulkan ketidaknyamanan bagi manusia dan lingkungan, bahkan dapat mencemari dan merusak lingkungan.

Salah satu dari tanaman tersebut adalah Acalypha siamensis atau masyarakat mengenalnya dengan sebutan tanaman teh-tehan.

Biasanya masyarakat memanfaatkan tanaman tersebut sebagai pagar rumah ataupun pekarangan, hal ini dikarenakan tanaman teh-tehan mempunyai percabangan yang rapat dan tahan apabila dipangkas jika percabangannya sudah tumbuh banyak.

Beberapa keuntungan yang dapat diperoleh adalah dengan memanfaatkan tanaman tersebut sebagai pagar maka pekarangan rumah menjadi lebih alami dan bunga yang dihasilkan dapat bermanfaat bagi insekta kecil.

Tanaman teh-tehan yang ada disekitar sekolah mempunyai jumlah melimpah yang belum dimanfaatkan secara maksimal apabila tidak dikelola dapat merusak keindahan lingkungan yang memunculkan adanya sampah.

Sampah adalah bahan yang tidak berguna, tidak digunakan atau bahan yang terbuang sebagai sisa dari suatu proses (Moerdjoko, 2002).

Sampah biasanya berupa padatan atau setengah padatan yang dikenal dengan istilah sampah basah atau sampah kering.

Moerdjoko (2002), Sampah dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, yaitu :

(a)  Sampah anorganik (non degradable). Sampah anorganik adalah jenis sampah yang tersusun oleh senyawa anorganik (plastik, botol, logam) sampah ini sangat sulit untuk diuraikan oleh jasad renik.

(b) Sampah organik (bersifat degradable). Sampah organik adalah jenis sampah yang sebagian besar tersusun oleh senyawa organik (sisa tanaman, hewan, atau kotoran) sampah ini mudah diuraikan oleh jasad hidup khususnya mikroorganisme.

Salah satu penanganan sampah organik yang efektif adalah mengolahnya sebagai pupuk organik.

Pupuk adalah semua bahan yang diberikan kepada tanah dengan maksud untuk memperbaiki sifat-sifat fisika, kimia, dan biologi tanah.

Pupuk mempunyai beragam jenis antara lain yaitu pupuk organik dan pupuk anorganik.

Pupuk organik adalah pupuk yang tersusun atas bahan organik atau sisa-sisa makhluk hidup yang mudah untuk diuraikan kembali, sedangkan pupuk anorganik adalah pupuk yang tersusun atas bahan-bahan kimia.

Pupuk merupakan suatu bahan yang digunakan untuk memperbaiki sifat fisik, kimia atau biologi pada tanah dan mengandung zat hara.

Penggolongan pupuk terdiri dari pupuk organik maupun pupuk anorganik. Pupuk organik cair merupakan salah satu bentuk dari pupuk organik yang dibuat dari larutan bahan-bahan organik, seperti kotoran hewan, sisa tanaman dan rumput jenis tertentu.

Bahan-bahan organik tersebut dapat dijadikan sebagai bahan dasar untuk pembuatan pupuk organik cair. 

Berdasarkan latar belakang masalah tersebut kami berusaha untuk dapat menghasilkan pupuk cair dan mengetahui zat apa saja yang terdapat pada pupuk cair yang dihasilkan maka Tim KIR  SMA Negeri 1 Manyaran,  bermaksud untuk melakukan penelitian tentang " Pembuatan Biotec  Alami ".

* * *

B. Klasifikasi Tanaman

Menurut hasil determinasiyang telah dilakukan oleh di LIPI balai konservasi tumbuhan kebun raya Purwodi (2019), klasifikasi dari tumbuhan teh-tehan (Acalypha siamensis) adalah sebagai berikut: 

Kingdom  :  Plantae
Division
  :  Magnoliophyta
Class
  :  Magnoliopsida
Subclass
  :  Rosidae
Ordo
  :  Euphorbiales
Family
  :  Euphorbiaceae
Genus
  :  Acalypha
Species
  :  Acalypha siamensis Oliv.ex Gage

* * *

C. Morfologi Tanaman

Tanaman teh-tehan (Acalypha siamensis) atau dalam Bahasa Jawa lebih dikenal dengan nama ribang merupakan salah satu jenis tanaman yang biasa digunakan sebagai pagar tradisional untuk membatasi tanah orang lain dan belum dimanfaatkan sebagai obat tradisional.

Tanaman teh-tehan (Acalypha siamensis) merupakan tanaman bercabang banyak termasuk semak atau perdu menahun, tinggi 1-2 meter.

Habitus tanaman berupa perdu yang tajuknya rapat, padat, dan kuat serta hidup berkoloni. Daun kecil berwarna hijau mengkilap. Batang berbentuk bulat, berwarna coklat waktu tua dan permukaan batangnya licin.

* * *

D. Kandungan Kimia

Senyawa yang terdapat pada daun Teh-tehan (Acalypha siamensis) berupa :

1. Flavonoid

Merupakan kelompok senyawa fenol yang paling banyak ditemukan di alam. Pada umumnya flavonoid adalah pigmen-pigmen yang tersebar luas dalam bentuk senyawa glikon dan aglikon.

Sifat fisika dan kimia senyawa flavonoid adalah larut dalam air, sedangkan dalam bentuk glikosida yang termetilasi akan larut dalam eter.

Glikosida dapat terlarut dalam pelarut organik yang bersifat polar. Beberapa kemungkinan fungsi flavonoid yang lain bagi tumbuhan adalah sebagai zat pengatur tumbuh, pengatur proses fotosintesis, sebagai zat antimikroba, antivirus dan antiinsektisida (Septiana S, 2011).

Flavonoid dapat menghambat pertumbuhan jamur dengan cara mengganggu proses difusi makanan ke dalam sel sehingga pertumbuhan jamur terhenti atau sampai jamur tersebut mati(Imani, 2014). Oleh karena itu, tanaman yang mengandung flavonoid dapat digunakan sebagai pengobatan tradisional (Septiana S, 2011)

2. Tanin

Adalah suatu senyawa kimia komplek yang terdiri dari beberapa senyawa polifenol. 

Tanin memiliki bentuk amorf dan tidak dapat dikristalkan, tetapi dalam air membentuk larutan kolodial yang bereaksi dengan asam dan memiliki rasa sepat (Septiana S, 2011)

Tanin merupakan komponen dari fenol yang memiliki aktivitas antijamur. Senyawa tanin dapat digunakan sebagai antijamur dengan cara inhibisi dari enzim ekstraseluler jamur, seperti selulase, pektinase, dan laktase juga menyebabkan kekurangan substrat nutrisi, seperti kompleks logam dan protein tidak larut (Imani, 2014).

Tanin merupakan komponen dari fenol yang memiliki aktivitas antijamur. Senyawa tanin dapat digunakan sebagai antijamur dengan cara inhibisi dari enzim ekstraseluler jamur, seperti selulase, pektinase, dan laktase juga menyebabkan kekurangan substrat nutrisi, seperti kompleks logam dan protein tidak larut (Imani, 2014). 

3. Saponin

Merupakan senyawa dalam bentuk glikosida yang tersebar luas pada tumbuhan tingkat tinggi. Saponin membentuk larutan koloidal dalam air dan membentuk busa yang mantap jika dikocok dan tidak hilang pada penambahan asam.

Saponin bermanfaat sebagai sumber antibakteri dan antivirus. meningkatkan sistem kekebalan tubuh, meningkatkan vitalitas, mengurangi kadar gula dalam darah, serta mengurangi penggumpalan darah (Sirait, 2007).

4. Alkaloid

Adalah Senyawa basa yang berasal dari tanaman atau hewan mengandung sedikitnya satu atom nitrogen pada struktur siklik.

Penelitian penelitian tentang biosintesis alkaloid menunjukkan bahwa alkaloid berasal dari hanya beberapa α-amino saja.

Alkaloid tersebar dalam family Rubiaceae, Solanaceae, Paveraceae, Apocynaceae, Aslepiadaceae dan Asteraceae (Soegihardjo, 2013)

* * *

E. Unsur Hara Pada Tanaman

Dalam proses kelangsungan hidupnya tumbuhan membutuhkan unsur hara untuk pertumbuhan dan perkembangan.

Setiap tanaman, paling tidak mengandung 16 jenis unsur hara yang terbagi menjadi dua yaitu unsur hara makro dan unsur hara mikro.

Unsur hara makro adalah unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman dalam jumlah yang cukup besar, dibagi lagi menjadi dua yakni, unsur hara makro primer terdiri dari Nitrogen (N) Phosfor (P) dan Kalium (K) dan unsur hara makro sekunder yakni Calsium (Ca), Magnesium (Mg) dan Sulfur/Belerang (S).

Unsur hara makro biasanya tersedia terbatas didalam tanah, apalagi tanah pertanian yang sering ditanami berbagai jenis tanaman, sehingga unsur hara ini biasanya disuplai dari pupuk oleh para petani.

Unsur hara mikro adalah unsur hara yang dibutuhkan dalam jumlah yang sangat kecil, dan biasanya unsur hara ini sudah tersedia didalam tanah. Unsur tersebut adalah Khlor (Cl), Besi (Fe), mangan (Mn), Tembaga, Seng, Borium dan Molibdenium.

Fungsi Masing-masing Unsur Hara. Unsur hara makro kandungannya terbatas di dalam tanah, sementara unsur ini dibutuhkan dalam jumlah yang besar untuk menopang kesuburan tanaman.

Maka untuk mengembalikan kesuburan tanah dengan lebih cepat, unsur-unsur bisa kita suplai dari pupuk. Fungsi dari masing-masing unsur hara makro tersebut, dan jenis tanaman apa yang banyak mengandung unsur hara makro tersebut.

1. Nitrogen (N)

Nitrogen (N) dan Fosfor (P) merupakan unsur hara yang sangat dibutuhkan oleh tanaman dalam jumlah yang besar. Nitrogen merupakan anasir penting dalam pembentukan klorofil, protoplasma, protein, dan asam-asam nukleat. Unsur ini mempunyai peranan yangpenting dalam pertumbuhan dan perkembangan semuajaringan hidup (Brady and Weil, 2002)

Nitrogen pada umumnya diserap tanaman dalam bentuk NH4+ atau NO3, yang dipengaruhi oleh sifat tanah, jenis tanaman dan tahapan dalam pertumbuhan tanaman.

Pada tanah dengan pengatusan yang baik N diserap tanaman dalam bentuk ion nitrat, karena sudah terjadi perubahan bentuk NH4+ menjadi NO3, sebaliknya pada tanah tergenang tanaman cenderung menyerap NH4+(Havlin et al., 2005). N adalah unsur yang mobil, mudah sekali terlindi dan mudah menguap, sehingga tanaman seringkali mengalami defisiensi.

2. Phosfor (P)

Fosfor merupakan komponen penting penyusun senyawa untuk transfer energi (ATP dan nukleoprotein lain), untuk sistem informasi genetik (DNA dan RNA), untuk membran sel (fosfolipid), dan fosfoprotein (Gardner etal., 1991; Lambers etal, 2008).
Tanaman menyerap P dalam bentuk ortofosfatprimer (H2PO4) dan sebagian kecil dalam bentuk ortofosfet sekunder (HPO4) (Barker and Pilbeam, 2007).

Bentuk P dalam tanah dapat dibagi dalam dua kategori, yaitu organik dan anorganik. Proporsi kedua bentuk Ptersebut sangat bervariasi. Nilai P-organik dilaporkan antara 5-80%. Pengangkut energi hasil metabolisme, memperbaiki struktur akar, sebagai pembentuk RNA, Protein dan DNA tanaman.

3. Kalium (K)

Kalium adalah unsur yang sangat dibutuhkan oleh tumbuhan saat memasuki fase Generatif (Ketika tumbuhan mulai berbunga dan berbuah).

Hal ini sangat terkait karena unsur K berperan dalam memacu proses membuka dan menutupnya stomata melalui peningkatan aktivitas turgor sel.

Unsur K juga berfungsi untuk memacu translokasi asimilat dari source ke sink, serta dapat menjaga tetap tegaknya batang yang memungkinkan terjadinya aliran unsur hara dan air dari dalam tanah ke dalam tubuh tanaman.

* * *

F. Pupuk organik Cair 

Menurut Peraturan Menteri Pertanian No. 2/Pert./HK.060/2/2006, yang dimaksud dengan pupuk organik adalah pupuk yang sebagian besar atau seluruhnya terdiri atas bahan organik yang berasal dari sisa tanaman atau hewan yang telah mengalami rekayasa berbentuk padat atau cair yang digunakan untuk memasok bahan organik, memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah (Direktorat Sarana Produksi, 2006).

Pupuk organik adalah pupuk yang berperan dalam meningkatkan aktivitas biologi, kimia, dan fisik tanah sehingga tanah menjadi subur dan baik untuk pertumbuhan tanaman (Indriani, 2004).

Pupuk organik cair adalah larutan hasil dari pembusukan bahan-bahan organik yang berasal dari sisa tanaman, kotoran hewan dan manusia yang kandungan unsur haranya lebih dari satu unsur.

Pada umumnya pupuk cair organik tidak merusak tanah dan tanaman meskipun digunakan sesering mungkin. Selain itu, pupuk cair juga dapat dimanfaatkan sebagai aktivator untuk membuat kompos (Lingga dan Marsono, 2003).

Berikut adalah persyaratan teknis minimal pupuk organik yang ditetapkan oleh Departemen Pertanian Republik Indonesia.

* * *

G. Manfaat Pupuk organik Cair

Pupuk organik cair merupakan salah satu jenis pupuk yang banyak beredar di pasaran. Pupuk organik cair kebanyakan diaplikasikan melalui daun yang mengandung hara makro dan mikro esensial (N, P, K, S, Ca, Mg, B, Mo, Cu, Fe, Mn, dan bahan organik).

Pupuk organik cair mempunyai beberapa manfaat diantaranya dapat mendorong dan meningkatkan pembentukan klorofil daun sehingga meningkatkan kemampuan fotosintesis tanaman dan penyerapan nitrogen dari udara, dapat meningkatkan vigor tanaman sehingga tanaman menjadi kokoh dan kuat, meningkatkan daya tahan tanaman terhadap kekeringan, merangsang pertumbuhan cabang produksi, meningkatkan pembentukan bunga dan bakal buah, mengurangi gugurnya dan, bunga, dan bakal buah (Huda, 2013)

* * *

H. Metode penelitian

Pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2020 dilaboratorium kimia SMA Negeri 1 Manyaran.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas biotec dari daun teh-tehan merujuk pada SNI dan untuk mengetahui pengaruh biotec pada pertumbuhan bibit tanaman pada berbagai konsentrasi EM.

Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari 2020, tempat penelitian di Green House SMA N 1 Manyaran.

Alat dan Bahan untuk penelitian berupa ;

Alat    :
(1) Bak komposter (2) Sprayer 1 L (3) Pengaduk sampah (4) Timbangan (5) Pisau (6) botol semprot  (7)  botol sampel (8)  corong  (9) saringan (10) Talenan  (11) pH

Bahan :
(1) Daun teh-tehan (2) bioaktivator EM4 (3) air (4) Gula pasir.

Langkah-langkah Proses Pembuatan biotec :

(1) Menyiapkan alat dan bahan

(2) Memotong  dan mencacah  daun teh-tehan dengan ukuran 2-3 cm

(3) Menimbang daun teh-tehan sebanyak 3 kg untuk masing-masing komposter dengan perbandingan = Daun Teh-tehan : Air : EM4 T1 = 3 kg : 500 Ml:  : 5 Ml, T2 = 3 kg     : 500 Ml : 10 Ml

(4) Mencampurkan bioaktivator EM4 dengan 500 Ml kemudian menyemprotkan ke dalam komposter sampai rata (5). Menutup komposter dan melakukan fermentasi selama 14 hari  (6) Melakukan pengadukan  pada hari ke 3, 9 ,14 (7) Menguji kandungan unsur makro (CNPK). 

* * *

I. Hasil Spesifikasi Teknik 

Biotec merupakan salah satu produk pupuk cair hasil dari proses fermentasi.

Dalam proses pembuatan Biotec, membutuhkan bahan utama yang berupa daun teh-tehan (Acalypha siamensis), yang difermentasikan oleh EM4, gula pasir, dan air.

Didalam daun teh-tehan mengandung senyawa flavonoid, tanin, saponin, dan alkaloid.

Kandungan zat tersebut mempunyai bermacam-macam manfaat diantaranya flavonoid merupakan zat yang berfungsi sebagai zat pengatur tumbuh, pengatur proses fotosintesis, sebagai zat antivirus, anti mikroba dan anti insektisida.

Alkaloid, tanin merupakan senyawa yang dapat berpotensi sebagai antibakteri, sedangkan saponin bermanfaat sebagai sumber antibakteri dan antivirus, selain itu saponin dapat berfungsi untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, meningkatkan vitalitas, mengurangi kadar gula dalam darah, serta mengurangi penggumpalan darah.

Dalam Proses pembuatan Biotec membutuhkan EM4 dan gula pasir, yang berfungsi membantu fermentasi pada daun teh-tehan. Air yang berfungsi untuk pelarut dari EM4 dan gula pasir.

a. Karakteristik Biotec

Dari data pengamatan diatas Biotec memiliki karakteristik sebagai berikut :

 


b. Hasil karakteristik Biotec

1. Warna

Dari hasil pengamatan warna pada perlakuan T1 dan T2 mempunyai warna yang hampir sama yaitu warna coklat dimana perlakuan T1 mempunyai warna coklat kehitaman, warna coklat merupakan hasil reaksi oksidasi pada proses fermentasi dari daum teh-tehan yang dibantu oleh EM4.

2. Aroma

Dari hasil pengamatan aroma pada  perlakuan T1 dan T2 memiliki aroma yang khas. Hal ini karena tanaman teh-tehan merupakan tanaman dari famili Euphorbiaceae yang memiliki senyawa  berupa 2-pyridinepropanoic, 1,2,3-Benzenetriol, 9-Octadecenal di dalam ekstrak daun teh-tehan. Senyawa ini menyebabkan rasa dan aroma yang khas pada daun teh-tehan dan senyawa ini menghambat aktivitas bakteri.    

3. Wujud

Dari hasil pengamatan wujud  pada  perlakuan T1 dan T2 memiliki wujud berupa cair. dalam proses perlakuan penambahan EM4 yang didalamnya mengandung bakteri dan jamur menyebabkan  proses fermentasi dapat  memecah gula menjadi dua bentuk yaitu cairan yang mengandung alkohol dan karbon dioksida. Karbon dioksida berupa gelembung-gelembung diatas permukaan cairan.

c. Uji Laboratorium

Kami juga melakukan uji laboratorium terhadap Pupuk Cair Alami BIOTEC ke LPPT UGM Yogyakarta.

Dimana uji laboroatorium yang kami lakukan adalah untuk mengetahui kandungan zat C (Carbon), N (nitrogen), P (Phospor) dan K K (Kalium) yang berfungsi membantu dalam proses pertumbuhan. tentang Uji C, N, P K.

Berdasarkan syarat mutu SNI pupuk cair pada Uji C, N, K memiliki standar  sesuai dengan SNI pupuk cair. tetapi  untuk P (Phospor) dan P2O5 (Phospor Pentoksida) memiliki batas LoD yaitu batas limit deteksi zat.

Dimana kandungan  P (Phospor) dan P2O5 (Phospor Pentoksida) dalam biotec rendah tetapi masih memenuhi kriteria akurasi dan presisi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa  pupuk cair biotec sudah memenuhi uji standar.

d. Kesimpulan

a) Pupuk cair alami Biotec yang paling disukai responden adalah Biotec pada perlakuan T1 dengan larutan Air dan EM4 dengan perbandingan 500 ml : 5 ml.

b) Dalam proses dan hasil pengamatan yang kami lakukan terhadap penggunaan pupuk biotec yang mampu mempengaruhi dalam proses pertumbuhan tanaman adalah  perlakuan T1 yang diencerkan dengan perbandingan 1 : 1

e. Saran

a) Perlu dilakukan upaya untuk menginformasikan tentang pupuk cair yang menggunakan bahan baku daun teh-tehan kepada organisasi yang ada di masyarakat.

b) Penelitian selanjutnya diharapkan mampu meningkatkan kualitas pupuk cair  yang dibuat.

* * *

KEUNGGULAN PUPUK CAIR BIOTEC

Keunggulan produk Biotec  yang kami hasilkan adalah :

a. Bahan alami

Biotec menggunakan bahan alami seperti daun Teh-tehan, EM4, gula pasir, dan  air.

b. Ramah lingkungan

Dikarenakan Biotec menggunakan bahan-bahan yang alami, sehingga Biotec  bersifat biodegradable atau mudah terurai di alam.

c. Harga terjangkau

Harga Biotec  adalah Rp 20.000, harga ini lebih murah dan terjangkau dikalangan petani.

PENERAPAN BIOTEC PADA MASYARAKAT DAN DUNIA INDUSTRI

a. Menerapkan pemberian label, kemasan yang menarik konsumen

b. Pemberian Standar Nasional Indonesia pada produk

c. Memasarkan produk Biotec ke masyarakat

d. Menerapkan penggunaan Biotec di masyarakat

PROSPEK BISNIS KOMERSIALISASI BIOTEC

a. Melakukan promosi Biotec  kepada  masyarakat

b. Memperbanyak produk Biotec

c. Bekerja sama dengan toko pertanian agar mengenalkan produk pupuk cair Biotec.

PERHITUNGAN BIAYA PRODUKSI INOVASI


* * *

DAFTAR PUSTAKA

Kiral,2018, Cara Membuat Pupuk Organik Cair, Unsur Hara Makro Lengkap https://lombokorganik.id/cara-membuat-pupuk-organik-cair/ (Diunduh, Sabtu 1 Agustus 2020, Pukul 06.06WIB)

Nur Thoyib,Ahmad Rizali Noor, Muthia Elma, 2016
, "Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Sampah Organik Rumah Tangga dengan Penambahan Bioaktivator EM4 (Effective Microorganisms)", Konversi, Volume 5 No. 2, Oktober2016, Kalimantan Selatan : Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Lambung Mangkurat (Diunduh, Sabtu 8 Agustus 2020, Pukul 07.18 WIB)

Putra, Bangun Wahyu Ramadhan Ika Hariyanto dan Rhenny Ratnawati, 2019, "Pembuatan Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Limbah Buah Dengan Penambahan Bioaktivator EM4 ", Jurnal Sains dan Teknologi Lingkungan Volume 11 No 1 Januari 2019, Hal 44-56, Surabaya, : Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas PGRI Adi Buana  (Diunduh, Sabtu 15 Agustus 2020, Pukul 08.25 WIB)

Pratikasari, Yunita Wahyu and Putri, Oktavina Kartika, 2019, "Aktivitas Antibakteri ekstrak etanol 70% daun teh-tehan (Acalypha siamensis) terhadap bakteri Streptococcus mutans" Malang : Diploma thesis, Akademi Farmasi Putera Indonesia Malang. (Diunduh, Sabtu 1 Agustus 2020, Pukul 14.06. WIB)


~~oo0oo~~

Komentar